Cuaca buruk melanda wilayah pesisir Karawang dalam beberapa hari terakhir, dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang mempersulit aktivitas melaut.
Hal tersebut berdampak langsung pada jumlah tangkapan ikan.
Biasanya, para nelayan Ciparage Kecamatan Tempuran, Karawang Jawa Barat. Bisa membawa pulang berbagai jenis ikan dalam jumlah besar. Namun kini, mereka hanya mendapatkan sebagian kecil dari hasil yang diharapkan. Akibatnya, pasokan ikan di pasar lokal menjadi langka.
Kondisi ini memicu kenaikan harga ikan di pasaran. Salah satunya pasar ikan di Desa Ciparage, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jawa Barat. Harga semua jenis ikan mengalami kenaikan hingga 20 persen perkilo.
Darinah, Salah seorang pedagang ikan menjelaskan pada awalnya harga ikan tongkol 40 ribu rupiah per kilo gram, kini menjadi 50 ribu rupiah, ikan kakap yang awalnya 60 ribu kini 70 ribu rupiah per kilo gramnya, menurutnya rata rata semua jenis ikan mengalami kenaikan 10 ribu rupiah per kilo gramnya.
“Harga ikan mengalami kenaikan sejak lima hari terakhir, akibat kurangnya pasokan ikan dari nelayan, mungkin karena cuaca buruk pak,” kata Darinah.
Dengan mahal nya harga ikan, tambahnya kini pembeli jadi berkurang, terpaksa saya jaga harus menaikan harga, tutupnya.
Konsumen yang sebelumnya dapat membeli ikan dengan harga terjangkau kini harus merogoh kocek lebih dalam. Beberapa jenis ikan yang populer, seperti, tongkol, dan kakap, mengalami lonjakan harga hingga 20 hingga 30 persen.
Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga masyarakat luas, terutama mereka yang mengandalkan ikan sebagai sumber protein utama.
Sementara itu, nelayan berharap cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali melaut dengan aman dan memperbaiki perekonomian mereka.