Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sangat terbuka dengan berbagai kritik yang tertuju untuk dirinya. Utamanya kritik-kritik yang sifatnya konstruktif, berdasarkan dengan fakta dan data.
Hal ini diungkapkan Bahlil saat mengisi dan memberikan sambutan pada Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Malang, (29/10/2025).
Bahlil mendorong generasi muda seperti para Mahasiswa, untuk aktif membuat ruang diskusi berbagai tema, termasuk seputar energi dan sumber daya mineral.
“Saya minta kepada mahasiswa silakan bikin ruang diskusi, saya datang agar bisa beradu argumentasi,” ungkap Bahlil dalam acara yang turut disiarkan di UMM TV, dikutip Kamis (30/10/2025).
Bahllil juga menceritakan, saat dirinya masih muda dan menjadi aktivis, ia mengaku juga sering melontarkan kritik-kritik untuk Pemerintahan.
Ia pun mengungkapkan, sebenarnya kritik-kritik yang kerap diterima merupakan ‘gizi’ bagi dirinya. Yang artinya menjadi bahan masukan untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.
“Jadi adik-adik saya, kalau kalian kritik, itu gizi buat saya, bukan saya benci kepada anda. Karena anda bagian daripada kebesaran saya semua,” bebernya.
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan, untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan energi diperlukan peran strategis anak muda.
Menurut Bahlil, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Terlebih saat ini, terdapat tantangan transisi energi dan kebutuhan untuk menekan ketergantungan terhadap impor.
Oleh karenanya, pemuda dituntut tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi dan efisiensi sumber daya.
“Masa depan negara ini, masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. Tapi pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri,” ungkap Bahlil.