Perahu yang mengangkut anak sekolah dan warga saat pulang belanja dari pasar di kabupaten enrekang, provinsi sulawesi selatan, terbalik ditengah sungai berarus deras. Hal ini membuat masyarakat yang melihat peritiwa tersebut histeris dan viral dimedia sosial.
“Beruntung warga yang ada di sekitar lokasi kejadian dengan cepat mengambil perahu lain untuk melakukan penyelamatan. Empat orang yang ada di atas perahu itu pun bisa diselamatkan, “ ujar Isral, salah seorang saksi.
Tak adanya jembatan membuat warga di lingkungan sudda, yang mayoritas petani terpaksa harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai sa’dan yang arusnya sangat deras setiap hari.
Tak hanya warga, sejumlah anak sekolah mulai dari murid sd, smp hingga sma, terlihat setiap pun harus menantang maut menaiki perahu kecil agar bisa sampai ke sekolah.
Padahal tempat penyeberangan warga tersebut jaraknya dari ibu kota kabupaten dan kantor bupati hanya sekitar 2 kilo meter. Namun seolah hal itu tidak terlihat oleh pemerintah.
Minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi ini. Membuat warga yang mayoritas petani kusilitan menjual hasil bumi ke pasar tradisional enrekang.