Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, disebut akan menggelontorkan investasinya di pasar modal dan obligasi. Adapun, investasi ini berasal dari hasil pengelolaan dividen perusahaan-perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinasinya.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkapkan, pihaknya memastikan investasi akan dilakukan secara komprehensif dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik alias Good Corporate Governance.
Diketahui, keputusan Danantara memasuki pasar modal mendapat respon beragam dari sejumlah pihak.
“Pada prinsipnya, apa pun yang kami lakukan di Danantara Indonesia selalu mengedepankan prinsip good corporate governance dan kehati-hatian,” ungkap Pandu dalam akun media sosial pribadinya dikutip, Jumat (31/10/2025).
Adapun, Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) berencana melakukan suntikan dana senilai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut setara dengan Rp16 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS.
Pandu mengungkapkan, dunia investasi sangat dinamis, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas portofolio. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah memastikan bahwa setiap keputusan investasi didasarkan pada prinsip fundamental dan pengelolaan risiko yang baik.
Sebagai bagian dari strategi penguatan portofolio, proses pemilihan mitra investasi juga menjadi fokus utama. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki rekam jejak kuat.
“Karena kita selalu melihat return dan volatlity, dan kembali melihat Sharpe ratio. Kita back to fundamental, di sisi investasi kita,” pungkasnya.