HomeEKONOMIAHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Pesisir Jakarta Butuhkan Anggaran Rp123 Triliun

AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Pesisir Jakarta Butuhkan Anggaran Rp123 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek besar Giant Sea Wall yang dirancang untuk menghadapi ancaman banjir dan penurunan permukaan tanah di kawasan pesisir utara Jakarta. Dari perhitungan awal proyek Giant Sea Wall anggaran dana yang dibutuhkan capai Rp123 Triliun.

AHY menilai pentingnya giant sea wall diperlukan untuk memitigasi bahaya banjir dan juga terjadinya penurunan permukaan tanah. Hal itu disampaikan usai membuka acara International Convention Center (JICC).

“Sehingga proyek besar seperti Giant Sea Wall ini menjadi salah satu yang kita bahas, karena cukup banyak yang bukan hanya tertarik tetapi juga benar-benar serius ingin masuk ke proyek tersebut,” kata AHY di Jakarta, Rabu (11/5/2025).

Meski begitu, AHY menegaskan bahwa pemerintah masih terus mengkaji proyek ini secara komprehensif. Langkah itu dilakukan karena secara cepat menyimpulkan sebagai proyek besar.

Menurut AHY, studi sebelumnya memperkirakan kebutuhan dana untuk proyek Giant Sea Wall di wilayah Jakarta sepanjang kurang lebih 41 km mencapai USD 8 miliar atau sekitar Rp 123 triliun.

“Kalau ditanya berapa kurang lebih studi yang pernah kami lakukan di waktu sebelumnya adalah kurang lebih 8 bilion USD, Rp 123 triliun. itu hanya untuk wilayah Jakarta, kurang lebih 41 km,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa solusi terhadap permasalahan banjir dan penurunan permukaan tanah tidak cukup hanya dengan membangun tanggul laut.

“Kita proteksi dengan tanggul-tanggul laut, tanggul pantai saat ini agar tidak ada yang tenggelam masyarakat kita. Tapi tidak cukup dengan itu,” bebernya.

Ia menjelaskan, penanganan banjir dan penurunan tanah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Hal ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti embung, bendungan, dan normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas tampungan air hujan.

Selain itu, AHY menyoroti pentingnya penguatan pasokan air bersih sebagai bagian dari upaya mencegah penurunan muka tanah yang semakin parah.

“Air bersih juga harus diperkuat untuk mencegah memburuknya land subsidence, dan sekali lagi ini membutuhkan dukungan infrastruktur,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments