Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menggelar acara tahunan CORE Economic Outlook 2024 dengan pendekatan berbeda. Selain memaparkan proyeksi ekonomi tahun mendatang, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Youth Economic Summit yang melibatkan ratusan anak muda Indonesia.
“Jadi hari ini adalah presentasi tahunan dari CORE Indonesia, namanya CORE Economic Outlook. Ini sudah yang ke-11 sejak dimulai pada tahun 2013. Acara ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada publik untuk memproyeksikan kondisi ekonomi di tahun mendatang,” jelas Ekonom Senior sekaligus Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini.
Menurut Hendri, tahun ini CORE menggabungkan acara utama mereka dengan Youth Economic Summit untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu-isu ekonomi. Ia juga berharap anak muda dapat terlibat aktif dalam kegiatan bisnis maupun pembuatan kebijakan.
Baca Juga: CORE: Kenaikan PPN 12% Berisiko Picu Gelombang PHK
Dalam forum ini, CORE juga mempresentasikan hasil diskusi dari Youth Economic Society, sebuah komunitas anak muda yang telah dibentuk sejak tahun lalu dan terdiri dari sekitar 600 anak muda yang tergabung dalam diskusi rutin per topik.
CORE Indonesia juga menyoroti tantangan ekonomi ke depan, khususnya menjelang tahun 2025, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan hanya mencapai 4,8 hingga 5 persen.
“Kami berharap pada kuartal pertama hingga kuartal ketiga tahun depan akan ada perbaikan kondisi ekonomi sehingga Indonesia dapat tumbuh jauh di atas rata-rata dunia,” pungkasnya.
Melalui acara ini, CORE Indonesia berharap dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya memahami ekonomi tetapi juga berperan aktif dalam memajukan perekonomian nasional.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12% Dinilai Bakal Hantam Sektor Produksi