HomeEKONOMIKenaikan PPN 12% Dinilai Bakal Hantam Sektor Produksi

Kenaikan PPN 12% Dinilai Bakal Hantam Sektor Produksi

Pemerintah berencana menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025, menyusul kenaikan sebelumnya dari 10% menjadi 11% pada 2022. Kebijakan ini menuai perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Hendri Saparini, Ekonom Senior sekaligus Pendiri CORE Indonesia.

Menurut Hendri, kebijakan ini berpotensi memberikan tekanan besar terhadap sektor konsumsi rumah tangga dan produksi industri.

“Jadi kalau kita bicara tentang PPN, PPN kita itu kan dari 10 naik 11, sekarang mau 12%. Dalam kondisi seperti sekarang, konsumsi rumah tangga yang merupakan 54-56% dari PDB itu sedang turun. Kelas menengah sudah mulai menahan belanja,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan bahwa kenaikan PPN akan semakin menekan daya beli masyarakat sehingga kapasitas terpakai di industri semakin menurun.

“Jadi kalau seperti itu ditambah dengan PPN 12%, maka mereka belanjanya akan berkurang. Kalau belanjanya berkurang, kapasitas terpakai yang ada di industri akan semakin turun. Jangankan ekspansi, menggunakan kapasitas yang ada aja tidak,” jelasnya.

Baca Juga: CORE: Kenaikan PPN 12% Berisiko Picu Gelombang PHK

Selain itu, dampak dari kebijakan ini tidak hanya akan dirasakan oleh konsumen, tetapi juga pelaku usaha. Sektor produksi, yang sudah menghadapi tantangan dari melemahnya permintaan, berisiko mengalami stagnasi lebih lanjut.

Meski di sisi lain kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara, Hendri mengingatkan agar pemerintah mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh.

“PPN naik jadi 12% memang akan menambah penerimaan negara. Tetapi ongkos yang harus ditanggung, termasuk terhambatnya kegiatan ekonomi juga akan besar,” tegasnya.

Rencana kenaikan PPN menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada utang dan memperkuat anggaran negara. Namun, di tengah perlambatan ekonomi global dan pemulihan domestik yang belum optimal, kebijakan ini berisiko memperburuk tekanan pada sektor konsumsi, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Pemerintah diharapkan dapat mencari alternatif kebijakan atau memberikan stimulus tambahan untuk meringankan beban masyarakat dan dunia usaha agar dampak dari kenaikan PPN ini tidak terlalu signifikan.

Baca Juga: CORE Indonesia Gandeng Anak Muda di Economic Outlook 2024

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments