HomeEKONOMIPelindo Dorong Tol Laut untuk Turunkan Biaya Logistik Papua

Pelindo Dorong Tol Laut untuk Turunkan Biaya Logistik Papua

Mahalnya biaya logistik di Papua, saat ini masih menjadi problem dalam masyarakat. Merespon masalah ini, President Director Pelindo, Arif Suhartono menyatakan visi tol laut dapat menekan mahalnya biaya logistik tersebut.

Arif Suhartono menyatakan, menciptakan aktivitas dan konektivitas di daerah Timur dan Papua bisa berdampak penuh terhadap biaya logistik tersebut. Serta, dapat memberikan kepastian biaya frednya.

“Pemerintah mendorong atau industri mendorong untuk menciptakan aktivitas di daerah Timur sana sehingga adanya traffic yang tentunya akan berdampak kepada biaya itu,” ungkapnya kepada Beritasatu.com di acara Nusantara Network Indonesia’s Never Ending Strugle For a Robust National Logistic di Astra Room, JCC, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2024).

“Pemerintah ini hadir istilahnya seperti tol laut dan sebagainya untuk memperpendek untuk memberikan kepastian terkait dengan biaya frednya,” tambahnya.

Tak hanya itu, adanya tol laut diketahui dapat menjasi solusi untuk menyelesaikan jurang persoalan ketimpangan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia, meningkatkan pemerataan ekonomi, dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP). Serta mempermudah mobilitas masyarakat antarpulau dengan menggunakan angkutan laut dengan biaya yang murah.

Sementara itu, dia memaparkan, penyebab mahalnya harga logistik di Papua juga karena masalah skill ekonomi disana. Hal ini disebutnya juga sebagai tantangan bagi Pemerintah kedepannya. Sehingga Pemerintah dan swasta mesti bersama-sama mendorong aktivitas dan konekivitas disana.

“Saya sampaikan kita beranggapan bahwa volume menjadi penting, skill menjadi penting bagaimana menciptakan skill, ekonomi skill menjadi sangat-sangat penting itu yang pertama,” tandasnya.

Lebih lanjut, dalam upaya mendukung pemerintah terkait terwujudnya ekosistem logistik nasional yang tangguh, dia menyatakan Pelindo bakalan memperluas integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri.

“Tapi sebenarnya yang berdampak pada nasional adalah terkait ekonomi Bagaimana mengintegrasikan antara port (pelabuhan) dan industri,” ujarnya.

Arif menambahkan perluasan integrasi itu bakalan menjadi masterplan yang dilakukan oleh Pemerintah kedepannya. Dalam melakukan upaya tersebut, Pelindo sebagai execution agency bekerjasama dengan Kementerian BUMN dalam mengintegrasikan pengertian industri.

“Kita bicara industri kita harus bicara port (pelabuhan). Inilah terkait dengan integrated master plan menjadi satu penjelasan sangat penting,” tuturnya.

“Dan saya yakin pemerintah kedepan akan coba mengintegrasikan,” terangnya.

Tak hanya pelabuhan dan industri, Arif menurutkan Pelindo juga bakalan mengintegrasikan sektor laiinya agar nantinya menjadi tersentral.

Sementara itu, perhelatan event bertema ‘Accelerating Resilient Growth’ ini telah memasuki hari kedua pelaksanaan, setelah sebelumnya telah dibuka langsung oleh Presiden Jokowi.

Acara ini menjadi pertemuan bagi pelaku bisnis, hingga investor dalam merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi nasional dan global.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments