Pengamat pertanian, Eliza Mardiana menyebut impian Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di 2029 sangat terbuka. Dengan catatan pemerintah perlu melakukan reorientasi kebijakan.
“Impian menjadi lumbung pangan dunia itu sangat terbuka bagi Indonesia. Selagi pemerintahnya melakukan reorientasi kebijakan ini bermula dari paradigmanya pemerintah,” kata Eliza.
Sebab paradigma ini yang sangat menentukan pilihan-pilihan pemerintah. Jangan sampai pemerintah selalu berfokus pada peningkatan produksi, tanpa memikirkan kesejahteraan petani.
Eliza menekankan bahwa kesejahteraan petani merupakan yang paling utama perlu dipikirkan oleh pemerintah. Ia menyebut sudah saatnya pemerintah melakukan relokasi anggaran yang difokuskan kepada belanja-belanja, yang fokusnya diperlukan krusial dan dibutuhkan oleh masyarakat.
“Saat petani sejahtera, mereka pun akan sendirinya akan berekspansi untuk meningkatkan produksinya tanpa harus pemerintah bersusah payah melakukan berbagai cara,” ujar Eliza.
Eliza menambahkan jangan sampai pemerintah masih menggunakan cara-cara lama dalam membangun pertanian. Sebab hal ini dapat membuat petani tidak ada regenerasi dan akan menyebabkan kerentanan pada pertanian di Indonesia.
Sebelumnya, Berdasarkan peta jalan menuju swasembada dan lumbung pangan dunia Kementan, Jika dikelola secara optimal Indonesia mampu mencapai swasembada pangan di tahun 2025, menjadi negara menjadi negara eksportir beras pada tahun 2027 dan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2028.