PT Pertamina (Persero) masih akan terus melakukan uji laboratorium pada produk bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan Pertamina untuk meyakinkan publik dan konsumen, bahwa produk yang dijualnya sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri awalnya mengungkapkan, pihaknya telah melakukan uji laboratorium pada 75 sampel BBM di berbagai SPBU yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), termasuk sampel yang diperoleh dari Terminal BBM (TBBM) Plumpang.
Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi/LEMIGAS, dipastikan seluruh sampel Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin yang diuji memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Untuk selanjutnya, Pertamina akan melakukan lanjutan uji laboratorium sampel BBM di SPBU di beberapa wilayah Indonesia.
“Kami untuk terus melakukan pendampingan ataupun melakukan uji di seluruh SPBU Pertamina yang berada di seluruh wilayah Nusantara,” beber Simon dalam konferensi pers yang berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut Simon mengungkapkan, agar masyarakat untuk tak ragu dalam memberikan kritik dan saran apabila menemukan kejanggalan perihal produk dan layanan Pertamina.
Bahkan, Simon memberikan nomor pribadinya kepada masyarakat Indonesia.
Nomor khusus Simon yang dibagikan itu dapat langsung dihubungi masyarakat melalui fitur SMS dan segera didaftarkan aplikasi WhatsApp. Masyarakat Indonesia bisa menyimpan kontak pribadi Simon di nomor 081417081945.
“Kami menyiapkan nomor khusus yang dapat dihubungi masyarakat. Kami punya call center 135 dan saya berikan nomor saya di 081417081945. Saya bisa terima sms, nanti akan didaftarkan pakai WhatsApp,” lanjutnya.
Langkah ini tentu sebagai wujud perubahan yang dilakukan Pertamina. Simon berharap ketersediaannya bisa menampung langsung permasalahan yang terjadi di lapangan dalam temuan masyarakat.
“Ini supaya bila masyarakat temukan situasi yang tidak sesuai di lapangan bisa langsung hubungi no tersebut untuk kami tindak,” tukasnya.