HomeEKONOMIOperasi Pasar di Temanggung: Minyak Kita Dijual Sesuai HET

Operasi Pasar di Temanggung: Minyak Kita Dijual Sesuai HET

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Dinas Koperasi, Usaha kecil menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menggelar operasi pasar dengan menggelontorkan 4.020 liter minyak kita di seluruh pasar temanggung. Selain sebagai upaya mengendalikan dan menyamakan harga jual minyak kita di tingkat pengecer usai terjadi perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu untuk menindak lanjuti temuan penjualan minyak kita di tingkat pengecer yang melebihi HET dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Perdagangan Dinkopdag Temanggung, Pontjo Marbagjo mengatakan. Pada operasi pasar minyak kita ini pemerintah provinsi jawa tengah bersama pemkab Temanggung menggelontorkan sebanyak 4.020 liter atau 335 dus minyak kita yang didatangkan dari distributor. Ribuan liter minyak kita tersebut diberikan kepada para pengecer yang ada di seluruh pasar di Temanggung. Harga minyak kita sebelumnya di angka 14.000 rupiah saat ini maksimal di angka 15.700 ribu rupiah per liter.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya terkait dengan HET minyak kita di Temanggung awalnya di atas HET. Itu HET terbaru itu adalah 15.700 rupiah per liter, sementra kita temukan beberapa harga dipasaran di Kabupaten Temanggung di atas HET antara 16.000 sampai 16.500 rupiah,” kata Pontjo saat ditemui usai menggelar operasi pasar minyak kita di Pasar Kliwon Rejo Amertani Kota Temanggung pada Kamis (17/10/2024).

Menurut Pontjo, terjadinya kenaikan penjualan melebihi HET karena panjangnya rantai pasokan selama ini. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memotong rantai pasokan sehingga harga minyak kita yang diterima masyarakat tetap dalam HET sesuai yang ditetapkan pemerintah. Selain itu operasi pasar ini dalam rangka menjaga inflasi di Kabupaten Temanggung meskipun IPH sampai di bulan Oktober ini masih stabil.

“Jadi tidak langsung dari distributor ke pengecer tapi banyak lagi agen-agen atau sub agen, sehingga setiap rantai pasok tentunya akan menimbulkan biaya operasional yang lebih. Sehingga ini harapannya setelah kita operasi pasar ini nanti harga maksimal yang dijual oleh pengecer kepada konsumen adalah 15.700 ribu rupiah per liter. Langkah-langkah yang kita lakukan memang sifatnya adalah preventif jadi tidak menggu kejadian dulu baru dilakukan penanganan,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang pengecer Sutoyo mengaku harga minyak kita dalam beberapa waktu ini terus berubah. Meski terjadi kenaikan harga jual sekitar 1.000 hingga 2.000 rupiah per liter. Meski terjadi kenaikan harga tersebut tidak mempengaruhi daya beli masyarakat, menurutnya kenaikan sebanyak itu masih dalam kewajaran.

“Sekarang yang ini 174 ribu rupiah per dus, Terakhir menjual kadang-kadang ada yang satu botolnya 16.000. Saya ambil barang minyak kita itu dari sales, jadi dengan adanya operasi ini sangat membantu,” katanya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments