HomeEKONOMIOJK Respons Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,7%Inbox

OJK Respons Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,7%Inbox

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons laporan terbaru World Bank (Bank Dunia) yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen untuk 2025, dari prediksi sebelumnya sebesar 5 persen.

Hal itu dimuat dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2025. Dalam laporannya, Bank Dunia menjelaskan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi ini dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan global dan penurunan harga komoditas yang berdampak terhadap kepercayaan investor dan kinerja perdagangan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, perkiraan pertumbuhan dari pembiayaan, kredit, tingkat kesehatan serta tingkat kinerja dari industri keuangan menjadi perhatian OJK. Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan laporan dari lembaga jasa keuangan terkait perkiraan pertumbuhan industri jasa keuangan.

“Nah dalam konteks itu dapat kami laporkan bahwa sampai saat ini berdasarkan dialog, berdasarkan diskusi interaksi secara terkini update dari berbagai lembaga jasa keuangan yang ada dan industri keuangan yang ada, kami belum memperoleh prakiraan mengenai pertumbuhan yang akan lebih rendah atau perubahan apapun. Jadi berdasarkan itu kami tetap memiliki prakiraan pertumbuhan angka-angka tadi sama seperti di awal tahun. Jadi tidak melakukan revisi apapun sampai saat ini ya,” jelas Mahendra, saat ditemui di Hotel Double Tree Hilton, Jakarta, Senin (28/4/2025)

Mahendra mengatakan, OJK akan menilai gambaran kondisi perekonomian Indonesia berdasarkan realisasi kinerja industri jasa keuangan, bukan hanya perkiraan pertumbuhan ekonomi.

“Tentu kita akan lihat terus ke depan berdasarkan realisasi dari kinerja di angka-angka tadi itu, bukan hanya berdasarkan konteks prakiraan pertumbuhan ekonomi. Nanti kalau ada update lebih lanjut kami akan laporkan,” katanya.

Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan, target pertumbuhan kredit industri perbankan tahun ini tetap di kisaran 9% hingga 11%. Hal tersebut berdasarkan rencana bisnis bank (RBB) yang sudah disampaikan oleh perbankan pada awal tahun ini.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah mengisyaratkan bahwa pertumbuhan kredit tahun ini bakal menuju batas bawah yang mereka tetapkan, yakni 11%-13%.

“BI juga masih ragu akan di bawah kisaran 11-13 persen. Pandangan OJK sendiri seperti apa? Kalau untuk di perbankan, kami awal tahun ini sudah menyampaikan 9-11 persen. Dan berdasarkan itu kami belum ada perubahan karena dialog dan diskusi juga tidak menunjukkan dalam rencana bisnis bank. RBB yang kami terima secara terkini menunjukkan perubahan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments