Investasi properti tahun 2024 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang positif hingga 30 persen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang masih terbuka bagi investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Semarang.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, Hetty Setiori mengatakan investasi properti di tahun 2024 ini menyumbang untuk Kabupaten Semarang cukup besar bahkan mengalami tren positif.
“Dari berbagai jenis pertumbuhan investasi di Kabupaten Semarang, memang investasi properti ini mampu menyumbang setidaknya 25 sampai 30 persen pertumbuhan investasi di wilayah Kabupaten Semarang ini,” kata Hetty kepada Beritasatu.com saat Grand Opening Panarama Residential Resort, di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (6/11/2024).
Pihaknya memiliki tagline “Kabupaten Semarang Ramah Investor” sehingga Kabupaten Semarang sangat terbuka bagi investor yang akan masuk berinvestasi di Kabupaten Semarang.
Sumbangsih investasi properti bagi Kabupaten Semarang ini disampaikan Hetty tak lepas dari tagline yang selalu digadang-gadang oleh Pemkab Semarang dalam menarik para investor.
“Contohnya yang terus berkembang adalah properti, contohnya Panarama ini, karena selain industri yang sudah berkembang baik di Kabupaten Semarang, properti pun juga mulai melirik kita disini,” paparnya.
Bisnis properti di Kabupaten Semarang saat ini cukup menjanjikan, dengan adanya Tol Semarang-Solo dan Tol Bawen-Jogja, menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Semarang menjadi wilayah untuk berinvestasi.
“Akses kami mudah, selain kami dapat menyiapkan lahan, karena disini masih sangat banyak tersedia lahan di 19 kecamatan untuk para investor. Disini juga merupakan salah satu wilayah Segitiga Emas di Jawa Tengah, dengan pemandangan alamnya masih sangat banyak kita temui,” ujarnya.
Hetty mengungkapkan dengan adanya bisnis properti contohnya panarama, dapat menyerap tenaga kerja yang banyak di Kabupaten Semarang, selain itu juga menggandeng pelaku usaha UMKM.
“Selain kami harap mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, mengingat angka pengangguran kita turun terus, maka investor juga harus dapat menggandeng pelaku usaha dan UMKM yang ada disini sehingga, pertumbuhan perekonomian itu terus meningkat di Kabupaten Semarang,” katanya.