HomeEKONOMIEfektif Hadapi Kemarau, Bendungan Logung Jadi Harapan Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Efektif Hadapi Kemarau, Bendungan Logung Jadi Harapan Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Memasuki musim kemarau ancaman kekeringan lahan pertanian dan krisis air bersih di Kabupaten Kudus bagian timur kini tertangani. Dibangunnya Bendungan Logung menjadi harapan masyarakat terkhusus petani untuk tetap dapat produksi, sekaligus mensukseskan program pemerintah Perluas Areal Tanam (PAT) dalam mengantisipasi darurat pangan di Indonesia.

Bendungan Logung yang terletak di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi harapan masyarakat Kota Kretek bagian timur.

Proyek yang dibangun pemerintah pusat mulai 2014 hingga 2018 menelan APBN 620 Miliar tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan air nasional. Terlebih seperti saat ini menjadi harapan petani dikala musim kemarau panjang.

Pembangunan Bendungan Logung yang didukung infrastruktur saluran irigasi membuat ribuan hektare lahan pertanian di dua kecamatan yakni Kecamatan Jekulo terdapat enam desa dan Kecamatan Mejobo terdapat enam desa tercukupi.

Petani Desa Hadiwarno, Badrudin mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan Bendungan Logung yang dibangun pemerintah. Menurutnya, jika memasuki musim tanam ketiga biasanya lahan kering dan hanya sebagian yang bisa ditanami padi. Namun, saat ini seluruh lahan pertanian di desanya teraliri air dan dapat memaksimalkan untuk bercocok tanam.

“Kalau air irigasi lancar dari Bendungan Logung. Logung sangat-sangat membantu, kalau dulu kan padi setahun dua kali yang sekali palawija. Sekarang itu padi bisa tiga kali,” ujar Badrudin ditemui disawah Desa Hadiwarno.

Dia mengaku selain pupuk, kebutuhan air untuk lahan pertanian juga cukup penting bagi para petani.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengakui pembangunan Bendungan Logung sangat berdampak positif pada sektor pertanian.

Apalagi seperti saat ini pada musim tanam ketiga. Dimana sebelumnya hanya berkisar 1.500 hektare, setelah adanya bendungan tersebut gelotoran air mampu mencakup 2.297 hektare lahan pertanian untuk dua kecamatan.

“Dulu ketika musim kemarau seperti saat ini atau di mt 3 itu harus melalui gilir (pasokan air). Dan cakupannya pun tidak besar, paling besar diangka 1.500 sudah luar biasa, tapi sekarang sudah mencapai 2ribuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan ketersedian pasokan air untuk pertanian yang memadai dari musim tanam pertama, kedua, hingga ketiga turut mensejahterakan petani serta mengamankan ketahanan pangan nasional.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian kini tengah menggenjot Perluas Areal Tanam (PAT) dengan mengalih fungsikan lahan tidur agar dapat produktif kembali, salah satunya dengan upaya pembangunan bendungan dalam mengantisipasi darurat pangan di Indonesia.

Bendungan Logung dengan kapasitas volume efektif 13,72 juta m3 tersebut menjadi salah satu dari 61 bendungan yang dibangun dalam arahan kepemimpinan Presiden Joko Widodo dari tahun 2014 hingga 2024.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments