HomeHUKUMDikritik, Dedi Mulyadi Tantang KPAI Urus Pelajar Nakal

Dikritik, Dedi Mulyadi Tantang KPAI Urus Pelajar Nakal

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai dugaan intimidasi terhadap pelajar yang mengikuti pendidikan karakter di barak militer. Dedi justru menantang KPAI untuk turut berperan aktif dalam mendidik para pelajar yang bermasalah.

Ia menilai, penempatan pelajar di barak militer justru lebih aman dibanding membiarkan mereka bebas di lingkungan luar yang rawan pengaruh negatif. Menurutnya, barak militer dapat memberikan pengawasan ketat serta pendidikan disiplin yang bermanfaat bagi pembentukan karakter pelajar.

Hal tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi yang menyempatkan diri menyapa 39 pelajar yang mengikuti program tersebut beserta orang tua mereka. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para pelajar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi perbuatan tidak terpuji.

Ia juga mengimbau orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar agar lebih memperhatikan aktivitas para remaja, terutama dalam pergaulan di masyarakat.

Terkait laporan KPAI yang menyebut adanya tekanan bahwa pelajar tidak akan naik kelas jika menolak mengikuti pelatihan di barak, Dedi meminta agar KPAI tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam upaya pembinaan anak-anak.

” Jangan hanya memberikan kritik saja, coba KPAI mengurus sendiri para pelajar yang bermasalah, kan seharusnya menjadi kewajiban KPAI sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, untuk program pendidikan karakter bagi pelajar SMA dan SMK yang dilakukan di Dodik Lembang, evaluasi akan dilakukan pada Senin (19/5/2025). “Hasil penilaian dari tim psikolog akan menentukan apakah para pelajar tersebut sudah dapat dipulangkan atau masih perlu pendampingan lanjutan,” pungkas Dedi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments