Puluhan rumah warga di lereng Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, rusak parah setelah tersapu awan panas fisertai material lahar pasca erupsi hebat yang terjadi pada Rabu (19/11) sore. Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan musala juga ikut tertimbun abu, pasir, serta batuan panas yang terbawa arus lahar.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian besar bangunan nyaris rata dengan tanah. Material lahar yang masih hangat menimbun jalan desa dan halaman rumah, menyulitkan warga untuk melakukan aktivitas maupun proses evakuasi barang.
Sejumlah warga tampak berusaha mengais sisa-sisa harta benda yang mungkin masih bisa diselamatkan. Mereka memunguti barang-barang yang tidak hancur untuk kemudian dibawa menuju titik pengungsian terdekat.
“Ini sedang menyelamatkan peralatan yang masih bisa dibawa. Sementara ini mengungsi dahulu karena rumah sudah habis rata dengan tanah,” kata Zubaeri salah seorang korban terdampak.
Hingga Kamis pagi (20/11/2025), ratusan warga Desa Supiturang dan wilayah sekitar telah dievakuasi menuju beberapa titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo. Para pengungsi ditempatkan di balai desa, gedung sekolah, serta lokasi yang dinilai aman dari potensi aliran lahar susulan.
Petugas gabungan dari BPBD Lumajang, relawan, serta aparat keamanan masih terus melakukan pendataan terkait dampak kerusakan dan memastikan tidak ada warga yang terjebak di wilayah terdampak. Selain itu, akses menuju desa kini dijaga ketat karena sebagian jalurnya rusak berat dan berpotensi membahayakan kendaraan.
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi Rabu sore tersebut memicu aliran lahar dingin dan panas ke sejumlah wilayah di lereng selatan. Saat ini status Semeru masih berada pada Level IV (Awas), dan warga diminta menjaga jarak aman dari daerah rawan, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan.