Operasi pencarian hari kedua terhadap Rijal (48) nelayan hilang di Perairan Tangnga tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali dilakukan pada Senin (29/7/2024).
Rijal dilaporkan hilang saat pergi melaut untuk mencari telur ikan terbang, di Perairan Tinambung, korban pergi melaut seorang diri dengan menggunakan perahu katinting, sekitar pukul 02:00 WITA, Pada Hari Sabtu, (27/7/2024) kemarin.
Namun hingga saat ini nelayan tersebut tak kunjung kembali kerumahnya, padahal biasanya nelayan ini sudah kembali ke Pelabuhan Tangga-Tangnga jika sudah masuk waktu siang hari.
Perahu yang ditumpangi korban diduga dihantam gelombang tinggi saat berada ditengah laut lantaran kondisi cuaca buruk saat itu sedang melanda wilayah tersebut.
Keluarga yang khawatir dengan kondisi nelayan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Basarnas Polman.
Dengan menggunakan perahu karet Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sepanjang perairan Tinambung dengan jarak tempuh hingga 10 Notikal mil.
Tim SAR juga menginformasikan kepada nelayan setempat untuk memberikan informasi jika menemukan keberadaan korban.
Hingga Senin Sore tim SAR gabung belum menemukan keberadaan nelayan hilang tersebut, pencarian korban untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada esok hari.
Kepala Unit Siaga SAR Polman, Asmar Gunawan, mengatakan, pihaknya menerima laporan nelayang hilang pada hari Minggu (28/7) sekitar pukul 08:20 WITA.
“Adapun aksi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan yakni menurunkan satu unit perahu karet, dengan melakukan pencarian korban 115 derajat arah tenggara dengan jarak sekitar 10 Notikal Mill,” ujarnya.
Menurutnya, pencarian hari kedua pihaknya telah memperluas lokasi pencarian dan berupaya memaksimalkan pencarian terhadap korban.
Tingginya gelombang laut dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pencarian korban sedikit terhambat.
“Adapun kendala yang dialami oleh tim yakni kondisi cuaca yang kurang mendukung, gelombang tinggi dan angin kencang membuat pergerakan tim SAR gabungan menjadi terbatas,” ujarnya.
Adapun Unsur yang terlibat dalam pencarian yakni Unit Siaga SAR Polman, Polair Polman, BPBD Polman, PSC 119 Polman, Aparat Desa setempat dan Warga sekitar.