Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andy Ahmad Zaelany mendorong keterlibatan pemuda dalam upaya mitigasi bencana agar dapat berjalan lebih efektif.
Dalam diskusi yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis, Andy memaparkan mitigasi bencana merupakan hal yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi. Namun, dalam hal ini keterlibatan pemuda khususnya pemuda lokal dapat mewakili partisipasi masyarakat, sehingga upaya mitigasi akan berjalan lebih efektif dan efisien.
Hal serupa, lanjut dia, juga berlaku dalam bidang penanggulangan bencana.
“Bencana akan lebih efektif ditanggulangi, akan lebih mudah diatasi ketika gerakan itu tidak hanya dari gerakan pemerintah, tidak hanya gerakan BNPB dan lain-lain, tapi juga dari partisipasi masyarakat dan pemudalah yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan,” katanya.
Andy mengatakan para pemuda lokal yang terkumpul dalam suatu organisasi kepemudaan yang berbasis daerah dapat mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal dalam upaya penanggulangan bencana.
“Dengan basis identitas seperti ini ketika ada bencana, ketika mengevakuasi masyarakat, maka akan mudah karena saling kenal dan dekat, ‘oh ini anak dari siapa, ini keponakan dari siapa’ seperti itu,” ujarnya.
Andy juga menilai para pemuda bisa menggerakkan masyarakat dalam rehabilitasi pascabencana melalui berbagai program sosial-ekonomi seperti pembersihan rumah dari lumpur, perbaikan fasilitas umum, hingga menginisiasi kewirausahaan sosial pascabencana.
Dalam hal ini, kemampuan pemuda daerah untuk dapat berkoordinasi dan menyampaikan apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah bencana menjadi hal yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar para pemangku kepentingan seperti pemerintah, swasta, hingga organisasi nonpemerintah (NGO) dapat memberikan pelatihan dan kaderisasi kepada pemuda-pemuda di daerah agar kemampuan mereka bisa dioptimalkan dalam rangka mitigasi bencana.
“Pemuda itu pada dasarnya kalau dia diterima dengan baik, diberi akses untuk bergerak dan pembuatan keputusan, maka pemuda menjadi pilar masyarakat tangguh bencana,” ucap Andy Ahmad Zaelany.