Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pendidikan harus menjadi prioritas utama semua elemen dalam membangun bangsa Indonesia hari ini dan ke depannya. Menurut AHY, pendidikan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prasyarat utama menuju bangsa yang maju.
Hal ini disampaikan AHY di sela-sela acara peluncuran dan bedah buku anggota DPR Dede Yusuf M. Effendi berjudul ‘Menegakkan Amanat Konstitusi Pendidikan’ di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
“Kita sama-sama saling mengingatkan bahwa pendidikan ini harus selalu menjadi pondasi yang kokoh dan harus mendapatkan prioritas utama dalam pembangunan bangsa hari ini dan ke depan,” ujar AHY.
“Tanpa SDM yang berkualitas, Indonesia sulit maju dan itu semua harus diawali dengan kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu baik infrastruktur, sistemnya, para pengajar, guru yang harus kita perjuangkan kesejahteraannya,” tambah AHY.
AHY mengakui bahwa masalah pendidikan di Indonesia masih kompleks. Karena itu, kata dia, konstitusi atau UUD 1945 mengamanatkan langsung anggaran pendidikan sebesar Rp 20 persen dari APBN. Dia pun berharap, anggaran pendidikan tersebut digunakan secara tepat sasaran sehingga bisa meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
“Mudah-mudahan setiap rupiah bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dirasakan manfaatnya bagi peningkatan dan kapasitas pendidikan nasional. Jadi tentu banyak masalah terkait pendidikan itu menjadi pr bagi kita semua, pemerintah harus selalu fokus untuk meningkatkan kapasitas SDM sekaligus terus memperbaiki sistem pendidikan nasionalnya,” imbuh AHY.
Lebih lanjut, AHY menegaskan pendidikan bukan urusan pemerintah semata. Menurut dia, pendidikan merupakan urusan bersama termasuk para anggota DPR untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat soal pendidikan. Dia pun mengapresiasi Dede Yusuf sebagai salah satu pimpinan Komisi X DPR periode 2019-2024 yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk perbaikan pendidikan.
“Kalau pemerintah, DPR bersinergi termasuk dengan pemerhati dan stakeholder dalam bidang pendidikan juga kompak, saya rasa kita akan punya masa depan yang lebih baik,” pungkas Menteri ATR/BPN ini.
Selain AHY, hadir juga dalam acara peluncuran buku tersebut, Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Rektor IPB Arief Satria, Pakar Pendidikan Komaruddin Hidayat, dan Kepala BSKAP Kemendikbudristek Anindito Aditomo.