Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang baru menerima kepastian pembangunan kembali sebanyak 2.446 unit rumah permanen untuk warga korban terdampak bencana hidrometeorologi Aceh di daerah tersebut.
Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi di Kuala Simpang, Kamis, mengatakan kepastian pembangunan kembali (rebuilding) rumah permanen tersebut menjadi kekhawatirannya karena masih sangat jauh dari kebutuhan untuk memulihkan masyarakat dari dampak bencana. Sebabnya, berdasarkan simulasi dan taksiran dari data sesuai Surat Keputusan BNBA (By Name By Address) Tahap I dan finalisasi data BNBA Tahap II yang dikerjakan pemerintah daerah, Aceh Tamiang membutuhkan rebuilding lebih kurang 20.000 unit rumah.
“Angka ini masih taksiran. Karena angka final akan didapatkan setelah seluruh rumah terdampak diverifikasi dan validasi secara faktual di lapangan,” ujar Armia Pahmi saat peresmian Hunian Sementara Aceh Tamiang yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri PU Doddy Hanggodo.
Ia menjelaskan, Pemda Aceh Tamiang baru mendapatkan komitmen dan kepastian pembangunan unit rumah baru bagi warga korban bencana hidrometeorologi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebanyak 1.796 unit, Polri sebanyak 150 unit, dan Yayasan Buddha Tzu Chi 500 unit. Angka total sementara 2.446 unit.
“Bila menggunakan angka perkiraan yang kami sampaikan tadi, berarti kita masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah-Red) pemenuhan kebutuhan pembangunan kembali rumah sekitar 17.554 unit,” katanya.
“Kami kira penyelesaian ini sangat dibutuhkan perhatian, kebijakan serta bantuan penuh dari bapak presiden dan bapak menko infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Hal ini guna memastikan warga yang menjadi korban bencana bisa mendapatkan kehidupan yang layak,” lanjut Armia.