Ratusan hektare sawah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kekurangan pasokan air dan terancam gagal panen akibat kemarau panjang. Para petani pun kini terpaksa mengalirkan sisa air sungai dengan pompa mesin agar lahan sawah miliknya dapat bertahan.
Dampak dari kemarau berkepanjangan dirasakan para petani di Desa Ciganjeng dan Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Sekitar 700 hektare lebih sawah mulai kekeringan dan terancam gagal panen.
Tampak tanah area persawahan mengering hingga mengalami retak-retak, bahkan tanaman padi mulai layu lantaran tidak tersedia pasokan air. Hal ini diperparah oleh saluran irigasi yang surut akibat kemarau.
Salah satu petani asal Sindangwangi, Adang mengatakan, selama ini para petani mengandalkan air hujan dan air irigasi untuk mengairi sawahnya. Sehingga pada musim kemarau tiba sawah miliknya tidak tumbuh subur dan terancam gagal panen.
“Kebutuhan petani itu kan menyeluruh khususnya air supaya padi tetap tumbuh subur. Sekarang sudah beberapa hari kesulitan pasokan air karena irigasi yang surut akibat kemarau. Kalau tidak berusaha dialiri air mungkin padi ini gagal panen,” Kata Adang.
Untuk mempertahankan padi hingga panen, Adang dan petani lainnya dengan perangkat desa setempat pengalihan air dari sungai Ciganjeng melalui irigasi dan disalurkan ke sawah sawah.
“Ya sangat butuh sekali air ini khususnya untuk padi yang sudah bunting atau keluar malai. Dengan penyedotan dari sungai ini sedikit membantu agar padi tetap tumbuh bertahan. Berharap penyedotan dari sungai ini berkelanjutan hingga padi bisa panen,” pungkasnya.