HomeBISNISCuaca Buruk Hantui Akhir Tahun, Pemerintah Monitoring Distribusi BBM di Daerah-daerah

Cuaca Buruk Hantui Akhir Tahun, Pemerintah Monitoring Distribusi BBM di Daerah-daerah

Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyoroti adanya cuaca buruk yang terjadi dalam kurun waktu belakangan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai daerah.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman, khususnya di wilayah-wilayah rawan gangguan distribusi. Ia melanjutkan, koordinasi intensif dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga melalui sistem yang terintegrasi.

Pemantauan secara berkala dilakukan terhadap stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), terutama di daerah-daerah tertentu yang membutuhkan perhatian khusus. “Dan kita terus monitoring kaitannya dengan stok di TBBM, utamanya yang merupakan di titik daerah tertentu,” ungkap Wahyudi saat melakukan peninjauan kesiapan dan stok BBM di Surabaya, (24/12/2025).

Dirinya menambahkan, penjadwalan pengiriman menjadi kunci agar distribusi tetap berjalan lancar meski kondisi cuaca kurang bersahabat. Pemerintah meminta agar pengiriman BBM tidak mengalami keterlambatan.

Keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk dinilai dapat berdampak langsung pada ketersediaan BBM di SPBU. Jika kapal terlambat sandar, maka distribusi ke tingkat hilir juga ikut terganggu.

Sebagai langkah antisipasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah juga telah berkoordinasi dengan PT Pertamina International Shipping. Ia menekankan agar kapal-kapal yang telah dijadwalkan tidak dialihkan atau diubah rutenya demi menjaga kestabilan pasokan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengisian ulang stok BBM di TBBM, depo wilayah, termasuk di daerah kepulauan dan wilayah prioritas lainnya.

“InsyaAllah Nataru ini mengerahkan ratusan kapal. Mulai dengan skalanya kecil, menengah, dan cukup besar,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments