Usai sampai di Republik Korea pada Kamis, 30 Oktober 2025 malam, kini Presiden Prabowo Subianto resmi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 yang digelar di Gyeongju. Terlihat, sebelum memasuki ruang diskusi bersama 21 kepala negara lainnya, presiden disambung hangat dan baik oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Terpantau presiden masuk setelah kedatangan dari Malaysia dan Ia langsung disambut jabat tangan oleh Presiden Korsel. Interaksi keduanya pun tampak baik, dan mereka saling melempar senyum sebelum presiden prabowo memasuki ruang diskusi. Mengenakan jazz berwarna navy, dan peci, Presiden Prabowo tampak gagah dan siap untuk bertemu dengan para kepala negara.
Lalu, ruang diskusi para kepala negara itu terlihat berbentuk melingkar, dan presiden turut disambut baik oleh kepala negara lainnya. Pada kesempatan ini pun, Presiden Prabowo diketahui akan mendapatkan urutan ke 7 setelah Hongkong untuk bisa menyampaikan speech didepan 21 negara anggota APEC 2025. Adapun urutan negara yang akan bergiliran memberikan speech yakni, Australia, Brunei, Kanada, Chili, RRT, Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapore, Taipei, Thailand, Amerika Serikat, UAE, dan Vietnam.
Lebih lanjut, tema dialog yang akan diikuti oleh presiden yakni dialog bersama APEC Business Advisory Council (ABAC)
Setelah dialog berakhir, diketahui presiden akan melanjutkan sesi pertemuan bilateral dengan negara anggota APEC 2025. Kemudian pada malam harinya, Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengikuti Economic Leaders’ Gala Dinner, sebuah jamuan diplomatik bergengsi yang mempertemukan para kepala negara dalam suasana nonformal.
Jamuan gala menjadi salah satu momen penting diplomasi antar negara anggota APEC, tempat para pemimpin melakukan pertukaran pandangan strategis di luar forum resmi.Selain isu ekonomi dan investasi, KTT APEC 2025 juga menjadi ajang promosi budaya Korea Selatan. Melalui pameran seni, kriya, dan teknologi berbasis warisan Silla, tuan rumah menonjolkan identitas nasional sekaligus mengedepankan diplomasi budaya (cultural diplomacy) sebagai sarana mempererat hubungan antarnegara.
Serta, KTT APEC 2025 diharapkan menghasilkan arah kebijakan baru bagi pertumbuhan ekonomi hijau, transformasi digital, dan kolaborasi lintas kawasan di tengah tantangan global pasca pandemi.