Pemerintah diminta tidak mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ekonom senior sekaligus tim asistensi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Raden Pardede, menyebut SDA yang dimiliki Indonesia hanyalah bonus dan bukan jadi motor usaha mesin pertumbuhan ekonomi.
“Buat kita, kita harus ambil SDA sebagai bonus bukan sebagai hal utama. Itu tambahan saja jangan jadi andalan,” ujarnya dalam acara ‘Capaian 1 Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian’ di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Raden lantas memberikan perbandingan pencapaian dengan negara tetangga. Vietnam melaporkan kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 mencapai 8,22%.
Angka tersebut jauh lebih unggul atas Indonesia yang baru mencapai 5,12% per kuartal II-2025. Demi mengejar pencapaian itu, Indonesia tidak diperkenankan untuk mengandalkan SDA melainkan memperkaya produktivitas sektor-sektor lain.
Dalam hal ini pemerintah harus fokus memaksimalkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yakni rasio yang mengukur jumlah tambahan investasi modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan output. ICOR sebagai mesin pertumbuhan dikatakan Raden perlu ditingkatkan.
Jika ICOR diibaratkan sebagai sebuah mesin yang bagus, maka penggunaan bahan bakar juga lebih efisien. Seiring dengan itu maka ekonomi kita dapat mengalami percepatan.
“ICOR, mesin pertumbuhan ini perlu diupgrade. Kalau mesinnya semakin bagus, maka penggunaan bahan bakar akan lebih efisien. Nah itulah contoh bagaimana seperti Vietnam lebih cepat dari kita. Itu yang harus kita perbaiki. Dan GNIP kita harus naik lagi, kalau bisa mengikuti Vietnam,” jelasnya.
Negara-negara seperti China dan Vietnam disebut Raden sudah tidak bergantung pada sektor SDA saja. Meski saat ini Indonesia bukan yang terbawah dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi Raden menekankan pentingnya bekerja lebih keras lagi.