HomeEKONOMIBahlil Targetkan 5 Tahun Ke Depan Seluruh Desa di Indonesia Berlistrik

Bahlil Targetkan 5 Tahun Ke Depan Seluruh Desa di Indonesia Berlistrik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, setidaknya masih ada sekitar 5.700 desa yang belum berlistrik di Indonesia.

Hal ini dirinya ungkapkan saat melakukan kunjungan kerja di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga turut memberikan bantuan dalam program Listrik Perdesaan (Lisdes).

Lisdes ini merupakan program pemerintah melalui penugasan kepada PT PLN (persero) untuk melistriki seluruh pelosok desa dengan membangun jaringan distribusi. Bahlil menargetkan pada 5 tahun ke depan, seluruh desa di Tanah Air sudah berlistrik.

“Target bapak Presiden Prabowo sekitar 2029-2030 semua listrik di Desa sudah harus terlayani. Ada 5.700 desa yang belum ada listriknya,” ungkap Bahlil.

Diketahui, Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pemerataan akses listrik kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang bertempat tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Untuk melistriki seluruh rumah tangga di Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan program Listrik Desa untuk periode tahun 2025 hingga 2029 mendatang.

Program ini menargetkan elektrifikasi untuk 5.758 desa yang belum berlistrik PLN dengan membangun infrastruktur listrik perdesaan dan penyambungan listrik untuk sekitar 1,2 juta rumah tangga. Target ini sejalan dengan arah kebijakan ketenagalistrikan yang dituangkan pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2025-2034.

Bahlil menyampaikan, upaya Pemerintah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat pelosok yang membutuhkan. Program Listrik Desa diprioritaskan bagi rumah tangga di desa-desa dengan ketertinggalan akses, tantangan geografis, dan kebutuhan sosial tertinggi.

Upaya melistriki daerah 3T yang umumnya memiliki kondisi akses yang menantang, dilakukan dengan mengombinasikan sambungan on grid di lokasi yang dekat dengan jaringan PLN dengan solusi off grid bagi daerah terpencil.

Sebagai langkah awal, akhir Juni 2025 lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, telah meresmikan 55 pembangkit listrik energi terbarukan, yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pembangkit yang diresmikan tersebut, tersebar di 15 provinsi, dengan total kapasitas mencapai 379,7 Megawatt.

Hingga pertengahan 2025, tahap konstruksi dan commissioning untuk proyek-proyek PLTS perdesaan telah berjalan dan sambungan perdana telah dinikmati oleh ribuan rumah tangga. Rasio elektrifikasi nasional sendiri telah mencapai sekitar 99,83 persen pada akhir 2024, sehingga Lisdes 2025-2029 difokuskan untuk menuntaskan kantong-kantong yang belum berlistrik.

Dengan dibangunnya Lisdes hingga 5 tahun ke depan, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah 3T.

“Negara harus hadir untuk memastikan. Dan kita harus memasang listrik untuk saudara-saudara kita,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments