Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya resmi diperpanjang. Dalam perkembangan teranyar, Tim SAR gabungan berhasil menemukan bangkai kapal di dasar laut Selat Bali.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, menyampaikan bahwa penemuan tersebut dilakukan oleh tim Search and Rescue Unit (SRU) laut yang melakukan penyelaman dan pemantauan menggunakan kamera bawah air.
“Alhamdulillah, tim SRU laut mendapatkan visual objek kapal dalam posisi terbalik di dasar laut, dan nama kapal terlihat jelas pada badan kapal,” ujar Eko dalam konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Bangkai kapal ditemukan di lokasi yang disebut sebagai titik referensi delapan, yang sebelumnya telah menjadi fokus pencarian. Hasil temuan ini, lanjut Eko, akan segera dilaporkan ke Kementerian Perhubungan untuk langkah tindak lanjut lebih lanjut.
Tak hanya menemukan posisi bangkai kapal, Tim SAR juga berhasil mengevakuasi satu jenazah yang diduga korban ke-48. Jenazah perempuan itu ditemukan oleh nelayan sekitar 4 kilometer dari Pantai Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali.
Korban ditemukan mengenakan celana leging hitam, tanpa atasan, dengan ciri-ciri kaos kaki motif hitam putih di kaki kiri serta gelang emas di tangan kiri.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke korban diberangkatkan ke Ketapang dan diserahkan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk melakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Dengan penemuan ini, Tim SAR berharap proses pencarian korban yang tersisa dapat segera menemukan titik terang, sembari terus melakukan penyisiran di wilayah perairan sekitar selat Bali dan perairan Banyuwangi selatan.
Dengan demikian dari total 65 penumpang dan kru yang berada di atas KMP Tunu Pratama Jaya saat kapal tenggelam, sebanyak 48
orang telah berhasil diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, 30 orang ditemukan selamat, sementara 18 orang dinyatakan meninggal dunia. Hingga hari ini, masih ada 17 orang yang dinyatakan hilang dan pencarian terhadap mereka masih terus dilakukan