Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin memastikan pemerintah akan mengoptimalkan guru ASN dan PPPK mengajar di sekolah rakyat. Mereka nanti akan bekerja di 200 sekolah rakyat yang rencananya tuntas dibangun Tahun 2025.
“Ya, gurunya ASN atau setidaknya PPPK,” ujar Cak Imin seusai melepaskan 1000 pemudik di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Cak Imin mengatakan sekolah rakyat ini terus dilakukan pematangan. Menurut dia, kurang lebih 52 sekolah rakyat bisa beroperasi di tahun ajaran ini.
“Sekolah rakyat sedang pematangan, insyaallah yang sudah hampir start tahun ajaran ini 52 sekolah,” tandas Cak Imin.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan pemerintah akan segera merekrut guru untuk sekolah rakyat. Ada dua opsi yang disiapkan, pertama guru direkrut dari ASN, kedua guru yang memiliki sertifikasi.
“Nah ini lagi dimatangkan ini. Ya sementara masih ada beberapa pilihan. Dari ASN, penugasan ASN gitu. Atau yang kedua dari guru-guru yang telah memiliki sertifikat, yang lulus apa itu pendidikan profesi guru. Itu yang dua itu yang masih dimatangkan,” kata Saifullah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3/2025).
Gus Ipul menjelaskan, nantinya proses perekrutan guru untuk sekolah rakyat akan dipimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sementara untuk kurikulum sekolah rakyat disusun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kemendikdasmen
Gus Ipul memastikan tidak ada kesenjangan terkait tata kelola pendidikan antara sekolah rakyat dengan sekolah lainnya. semua pihak akan dilibatkan.
“Ya nanti kan kita akan berbagi tugas karena di sini kan tidak hanya kementerian sosial ya. Jadi Dikti juga, Kementerian Diksasmen ikut, Dikti ikut gitu. Jadi ini juga adalah sekolah pemerintah gitu, yang penyelenggaranya pemerintah jadi kita keroyokan,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan saat ini terdapat 53 sekolah rakyat yang siap beroperasi. Selain itu, ada 82 sekolah rakyat lainnya yang sedang menjalani asesmen dari segi bangunan hingga tanah oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Tetapi sekarang yang dalam proses asesmen tahap awal ini adalah ada sekitar 82 baik bangunan maupun tanah yang siap untuk dimanfaatkan lewat sedikit renovasi maupun juga pembangunan baru di tahun 2025. Yaitu jumlahnya sekarang ada 82 yang sedang akan dimulai proses asesmennya oleh PU,” tutupnya.