Ribuan warga di Purwakarta mengalami krisis air bersih selain hanya mengandalkan pasokan dari tangki air kiriman, warga juga terpaksa antri untuk berburu air bersih di kantor PDAM Purwakarta, Jawa Barat.
Menggunakan sepeda motor sebagai alat pengangkut galon warga rela mengantri untuk mendapatkan air bersih di area kantor PDAM di Jalan Basuki Rahmat kelurahan Sindangkasih Purwakarta, tindakan ini terpaksa dilakukan lantaran sudah tidak ada lagi air bersih di rumah untuk keperluan masak dan MCK.
Selain menggunakan sepeda motor sebagian warga juga menggunakan mobil pick up maupun mobil pribadi untuk mengangkut air.
Warga mengaku sudah dua pekan kesulitan air bersih lantaran air dari PDAM sudah tidak mengalir, sementara sebagian sumur warga juga sudah kering.
“Saya tiap hari mengambil air ke sini, kadang kadang 2 kali dalam satu hari, air PDAM dari tanggal 1 sampai sekarang belum keluar, air sumur ada juga jelek, terpaksa mengambil air ke sini, ini air buat masak kalau mandi di WC umum,” kata salah seorang warga, Sinta.
Hal senada juga dirasakan warga lainnya, Supyan terkadang mengambil air di PDAM jika tidak ada kiriman tangki ke wilayahnya.
“Biasa nya di kirim pake tangki, hanya saja kalau tidak ada tangki suka langsung mengambil ke sini, ini buat keperluan dirumah saja, bisa sepuluh hingga lima belas galon yang di bawa,” kata warga lainnya, Supyan.
Terkait krisis air bersih pihak PDAM Purwakarta mengaku hal ini terjadi akibat adanya kebocoran pada pipa utama instalasi pengolahan air atau IPA wilayah Sadang, kebocoran bahkan terjadi di 8 titik hingga mengganggu pasokan air PDAM, hal ini membuat sebanyak 8 hingga 10.000 pelanggan di wilayah kecamatan Purwakarta dan sebagian wilayah kecamatan Babakan Cikao menjadi terganggu.
“Terdampak akibat adanya kebocoran, tentunya kami memohon maaf yang sebesar besarnya, ada sepuluh ribu pelanggan yang terdampak atas kebocoran ini, jadi total terdapat delapan titik kebocoran mulai dari tanggal 1 Oktober sampai saat ini, namun kita terus melakukan perbaikan dengan metode yang benar,” ungkap PLT Dirut PDAM Purwakarta, Riana Afriadi.
Pihak PDAM mengaku telah mengerahkan sebanyak 10 Armada tangki air untuk melakukan dropping air kepada pelanggan terdampak. sebanyak 3 juta 111.000 liter air telah digelontorkan melalui dropping menggunakan truk tangki dan warga dipersilahkan untuk mengambil air langsung di kantor PDAM jika masih kekurangan.
Saat ini upaya perbaikan 8 titik pipa masih terus dilakukan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.