HomeLINGKUNGANBanjir dan Longsor di Bogor, Ratusan Keluarga Krisis Air Bersih

Banjir dan Longsor di Bogor, Ratusan Keluarga Krisis Air Bersih

Banjir disertai longsor yang terjadi di Kampung Pensiunan dan Bina Bangsa, Desa Tugu Selatan berdampak terhadap penyediaan air bersih bagi ratusan keluarga di dua kampung di desa Tugu Selatan, ratusan keluarga kesulitan air bersih karena pipa saluran air bersih putus akibat banjir. Warga juga mengeluhkan kinerja Pemkab Bogor yang dinilai lamban menangani bencana tersebut.

Tak hanya membuat satu rumah rusak berat dan belasan lainnya terdampak, banjir yang terjadi di Kampung Pensiunan ini membuat pasokan air bersih bagi sekitar 180 keluarga di dua kampung yaitu Kampung Pensiunan dan Bina Bangsa kesulitan air bersih. Seperti yang terlihat puluhan paralon yang merupakan pemasok air bersih bagi ratusan warga ini ikut putus akibat banjir dan longsor di Sungai Cipanggilingan ini. Ketua PNPM Kampung Pensiunan Firman mengungkapkan saluran air bagi ratusan keluarga ini sudah tidak lagi berfungsi karena putus.

“Ya ini putus untuk seluruh warga, dari semalam tidak ada air,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, penyediaan air bersih warga di kawasan Puncak ini tidak dikelola oleh PDAM, warga juga tidak menggunakan sumur sebagai sumber air bersih, melainkan warga menggunakan air dari sumber mata air pegunungan yang disalurkan dengan pipa paralon. Pipa-pipa inilah yang putus akibat bencana tersebut.

Sementara itu hingga siang ini aparat BPBD maupun tim SAR belum melakukan evakuasi terhadap satu rumah yang jebol akibat bencana tersebut. Kediaman milik Wawan Hermawan hingga kini dibiarkan terbengkalai, sementara pemilik rumah diungsikan ke rumah tetangga. Evakuasi hanya dilakukan petugas PUPR Kabupaten Bogor yang ajab membuat tanggul darurat dengan menggunakan bronjong.

Warga mengeluhkan sikap Pemkab Bogor yang dinilai lamban dalam penanganan bencana tersebut.

“Sampai saat ini belum ada evakuasi korban, pagi ada yang datang tapi gak bawa peralatan evakuasi. Trus balik lagi gak ada eksennya,” keluhan Arif (60) salah satu warga.

“Tolong Pemda segera cari solusi. Kalau ada hujan lagi kami khawatir, jangan dianggap sepele,” lanjutnya.

Selain itu Arif juga mengeluhkan sikap dinas PUPR Kabupaten Bogor yang dinilai tidak pernah mau mendengarkan keluhan warga. Sekadar diketahui banjir sudah seringkali terjadi di kawasan tersebut, warga sudah sering memberikan saran untuk antisipasi namun tidak pernah ditanggapi.

Kondisi diperparah dengan pembangunan rest area Gunung Mas yang membuang air ke saluran air warga.

“Jadi semakin besar saja banjirnya,” tambah Arif.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments