Puluhan hektare tanaman padi di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mulai mati akibat kekeringan. Untuk mengurangi kerugian, petani terpaksa mencabut bibit yang telah ditanam dan masih tumbuh untuk dipindahkan ke lokasi lain, Minggu (25/8/2024). Namun upaya tersebut cukup beresiko karena lokasih lahan yang teririgasi cukup jauh.
Kondisi ini membuat para petani semakin kebingungan. Sebagian dari mereka terpaksa mencabut bibit padi yang masih hidup untuk ditanam ulang di tempat lain yang masih memiliki air. Namun, ada risiko bibit mati kekeringan sebelum sempat ditanam kembali.
“Kekeringan, otomatis padinya pada mati, akibat tidak ada air, saluran sungai adanya kan jauh, ada juga saluran air yang sudah terkena sampah, tidak di pakai takut pada mati padinya, sekarang satu satunya airbyang di pakai dari saluran sungai ciherang. Ya perlu pompa air sekitar dua mesin, ya terpaksa benih ini di pakai atau di pindahin,” kata salah seorang petani, Minggu (25/8/2024).
Para petani berharap pemerintah bisa membantu menyediakan pompa air agar mereka dapat mengalirkan air dari sumber yang masih tersedia, meskipun jaraknya cukup jauh. Sungai terdekat dengan sawah mereka kini telah mengering. Jika bantuan tidak datang, dipastikan tanaman padi akan mati, dan semua upaya petani dalam mengolah dan menanam padi akan sia-sia.